Warga Shaftsbury Putrajaya mengklaim telah ditindas oleh pengembang
Utama

Warga Shaftsbury Putrajaya mengklaim telah ditindas oleh pengembang

PUTRAJAYA: Dari luar, hunian bertingkat ini terlihat cukup elit, namun faktanya ratusan warga Shaftsbury di sini mengeluh dan mengaku ditindas oleh perusahaan pengembang dalam berbagai hal.

Demikian pernyataan Ketua Panitia Pembina paguyuban, Zukri Jusuf, saat mengakui banyak masalah yang menimpa warga seperti terjatuh dari tangga.

Sangat tidak masuk akal ketika mereka harus membayar biaya parkir yang sangat ekstrim dibandingkan dengan janji bahwa mereka akan diberikan gratis saat membeli serviced apartment.

“Kami baru saja ditagih RM68 dan RM118 tidak termasuk pajak layanan untuk kartu musiman dan standar di bulan Maret, tetapi Desember ini tarifnya akan naik 200 persen lagi.

“Bayangkan jika setiap penduduk memiliki tiga mobil, mereka harus membayar RM750 setiap bulan untuk parkir, jumlah yang sangat konyol dan tertinggi di Malaysia,” katanya.

Saat ditemukan Utusan Malaysia Baru-baru ini, ia yang juga seorang pengacara juga menyayangkan ketika biaya parkir harian juga sangat mahal yaitu RM2 per jam atau maksimal RM20 per hari.

Tarif tersebut, katanya, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya hanya RM6 sehari dan menyebabkan tidak banyak orang yang mau datang mengunjungi tempat usaha di gedung ini.

Tuduhan yang berlebihan, jelas Zukri, 44, mengakibatkan banyak pedagang di sana harus keluar dan mengakhiri sewa, sehingga membuat suasana sepi seperti tempat mati.

Skenarionya sangat berbeda dengan kompleks pertokoan Alamanda yang letaknya bersebelahan dengan kehidupan yang lebih ramai dikunjungi masyarakat setempat sendiri, termasuk warga dari luar Putrajaya.

“Kami juga harus memindai wajah di pintu masuk lobi sejak November 2020, diduga demi keamanan, padahal melanggar hak privasi penghuni dan Personal Data Protection Act 2010,” katanya.

Sementara dia mengatakan, alasan sebenarnya adalah untuk mencegah unit hunian di Blok A disewakan sebagai home stay atau AirBnB yang akan mempengaruhi bisnis hotel milik pengembang di Blok B.

Ini membuat semua detail penghuni rentan terhadap risiko kebocoran ke orang luar, tetapi sayangnya, masalah tersebut, kata Zukri, dibiarkan tanpa tindakan oleh Departemen Perlindungan Data Pribadi. – Utusan


Posted By : togel hongkonģ hari ini 2021 hari ini keluar berapa angka keluaran terbaru