RM500 juta untuk memutuskan sambungan pasokan air ilegal
Utama

RM500 juta untuk memutuskan sambungan pasokan air ilegal

KOTA KINABALU: Departemen Air Negara Sabah (JANS) menghabiskan lebih dari RM500 juta setahun untuk memutus pasokan air yang terhubung secara ilegal di seluruh negara bagian.

Direktur JANS, Ir. Edward Lingkapo mengatakan, pemutusan sambungan air secara ilegal membutuhkan biaya tinggi, namun kasus pencurian air masih terjadi di daerah ‘gelap’ hingga hari ini.

Ia mengatakan, JANS kehilangan enam hingga delapan juta liter per hari (mld) akibat pencurian air di kabupaten itu, khususnya di kawasan Sepanggar.

Sejauh ini, enam kawasan telah teridentifikasi untuk kegiatan pencurian air di sekitar pusat kota dan sebagian besar kawasan tersebut merupakan kawasan liar yang dihuni oleh para pendatang gelap (PATI).

“Walaupun sambungan air secara ilegal diputus, warga di wilayah tersebut akan menyambungkannya kembali pada hari yang sama. Kami tidak dapat memantau area selama 24 jam karena keselamatan staf kami harus menjadi prioritas.

“Beberapa instalasi pipa ilegal ini terhubung dengan kabel listrik, ketika staf kami mencoba untuk memotongnya, mereka tersengat listrik. Ini menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam menanggulangi masalah pencurian air bersih,” ujarnya saat konferensi pers hari ini.

Edward mengatakan masalah pencurian air terjadi di Sabah dan jika dilihat di Sandakan, kehilangan air akibat pencurian mencapai tiga kali lipat kehilangan air di Kota Kinabalu.

Dia mengatakan JANS menghadapi kesulitan dalam menangani masalah pencurian air karena daerah-daerah yang terlibat sebagian besar dihuni oleh orang-orang yang tidak berdokumen dan itu di luar yurisdiksi JANS untuk mengambil tindakan terhadap para imigran ilegal ini.

Lebih lanjut dikatakannya, tanpa pencurian air, delapan juta liter air dapat disalurkan ke daerah-daerah yang saat ini menghadapi masalah pasokan air seperti di Kondominium Universitas Utama (UUC), Telipok dan Apartemen Apartemen Universitas Utama (UUC), Sepanggar.

“Jika masalah pencurian air di kawasan pusat kota diatasi, maka tekanan air akan lebih baik di kedua kawasan pemukiman tersebut,” ujarnya.

Saat ini, kapasitas air yang dipasok ke pusat kota berkurang 30 persen menjadi 164 juta liter per hari karena perkembangan pesat dan masalah pencurian air.

Dengan demikian, pembangunan instalasi pengolahan air (LRA) Telibong I dan LRA Telibong II di Tamparuli yang dijadwalkan selesai pada Juni 2022 akan mengatasi kebutuhan pasokan air di kabupaten ini.

“Jika dua pabrik itu selesai pada pertengahan tahun depan, maka akan memberikan tambahan 80 juta liter air sehari untuk digunakan masyarakat di kota ini,” katanya.

Selain itu, kata dia, JANS juga akan mengaktifkan kembali pendeteksian non-revenue water (NRW) untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang sering terjadi pencurian air dan masalah lain seperti pipa putus.-UTUSAN ONLINE


Posted By : togel hongkonģ hari ini 2021 hari ini keluar berapa angka keluaran terbaru