Piala Malaysia: Pertarungan menarik sebagai KL City FC, pedang silang JDT
Mutakhir

Piala Malaysia: Pertarungan menarik sebagai KL City FC, pedang silang JDT

Oleh Ahmad Nazrin Syahmi Mohamad Arif

KUALA LUMPUR, 29 Nov — Bisakah Kuala Lumpur (KL) City FC membuat kejutan atau akankah Johor Darul Ta’zim (JDT) terus memimpin saat kedua tim bertemu di final Piala Malaysia di Stadion Nasional pada Bukit Jalil jam 9 malam besok?

Siapapun yang menang, satu hal yang pasti. Pendukung kedua belah pihak dapat mengharapkan pertarungan yang menarik ketika tim saling berhadapan di final turnamen bergengsi, yang merayakan hari jadinya yang ke-100.

Kedua tim tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir mereka di Piala Malaysia, mulai dari babak penyisihan grup hingga semi-final, tetapi ada sesuatu yang harus diberikan besok.

Dan, menurut statistik, Southern Tigers memiliki tingkat kemenangan lebih tinggi 80 persen di Piala Malaysia, selain mencetak 19 gol dan memiliki rekor pertahanan terbaik karena hanya kebobolan dua kali.

KL City, sementara itu, telah mencetak 17 gol dan kebobolan enam untuk tingkat kemenangan 60 persen. Tetapi faktanya tetap bahwa tidak ada tim yang berhasil mengalahkan City Boys di ibukota dalam kompetisi apa pun musim ini, bahkan JDT harus pulang dengan berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 dengan KL City dalam pertandingan Liga Super. pada bulan April.

Namun, saat KL City yang dilatih Bojan Hodak bertandang ke Stadion Sultan Ibrahim di Iskandar Puteri, mereka tumbang 1-2 dari Southern Tigers, dengan gol bunuh diri Nik Mohd Shahrul Azim Abdul Halim membuktikan kekalahan KL.

Bahkan rekor head-to-head mereka menguntungkan JDT, yang telah memenangkan empat dari lima pertemuan terakhir mereka – semuanya melibatkan pertandingan Liga Super.

Tetapi jika ada satu hal positif yang dapat diambil hati oleh KL City adalah bahwa mereka memiliki salah satu striker terpanas di Liga Malaysia (M-League) di Kolombia Romel Morales, yang telah mencetak 10 gol di kompetisi Piala Malaysia – tiga lebih banyak dari Pembunuh JDT Bergson da Silva.

Tapi kemudian Bergson juga dalam bentuk yang produktif akhir-akhir ini, setelah mencetak tiga gol di kedua leg semifinal melawan Terengganu FC (TFC) untuk tetap memburu penghargaan Sepatu Emas Piala Malaysia.

“Di atas kertas, JDT tentu lebih unggul dan kami sudah tahu kualitas masing-masing pemain mereka. Tapi saya yakin KL City bisa memberi JDT kesempatan untuk mengejar uang mereka di final,” kata pelatih kepala tim nasional Tan Cheng Hoe.

“Sebagai pelatih, saya juga ingin melihat penampilan yang bagus dan pertandingan yang menghibur, terlebih lagi final ini merupakan puncak dari 100 tahun kompetisi Piala Malaysia. Jadi, bagi saya, siapa pun yang bermain bagus layak menjadi juara,” kata pelatih berusia 53 tahun itu.

Cheng Hoe tentu tahu apa yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan di turnamen bergengsi, setelah menang sebagai pelatih dan pemain.

Tak hanya menjadi pelatih yang mengantarkan Red Eagles meraih kemenangan di Piala Malaysia 2016, ia juga beberapa kali mencicipi kesuksesan di turnamen tersebut sebagai pemain Kedah di era 90-an.

Sebagai catatan, ini adalah kali pertama KL City dan JDT bertemu di final Piala Malaysia setelah privatisasi klub Liga Malaysia (M-League), meski Johor FA berhasil mengalahkan Kuala Lumpur FA untuk mengangkat Piala Malaysia pada 1985.

JDT telah memenangkan Piala Malaysia dua kali – pada tahun 2017 dan 2019 – sejak klub terbentuk pada tahun 2013 sementara ini adalah penampilan pertama KL City FC di final sejak dibentuk tahun lalu.

FA Kuala Lumpur berhasil mengantongi hat-trick kemenangan Piala Malaysia 1987-1989, mengalahkan Kedah pada ketiga kesempatan.

Dalam perjalanan ke final peringatan 100 tahun Piala Malaysia, JDT mengalahkan Kedah Darul Aman FC (agregat 1-0) di perempat final sebelum mengalahkan TFC (agregat 4-1) di empat besar.

KL City, sementara itu, mengalahkan Selangor (agregat 3-0) di delapan besar sebelum mengalahkan Melaka United (5-3 melalui adu penalti setelah kedua tim imbang 2-2 secara agregat) di semi-final.

Kompetisi Piala Malaysia tahun lalu harus dibatalkan ketika memasuki babak sistem gugur karena ketidakpastian akibat pandemi COVID-19.

— BERNAMA



Bernama adalah sumber terpercaya dari berita yang komprehensif dan akurat real-time terpercaya baik untuk publik dan praktisi media. Berita kami diterbitkan di www.bernama.com ; BERNAMA TV di: Astro Channel 502, unifi TV Channel 631, MYTV Channel 121 IFLIX; dan Radio Bernama yang mengudara secara lokal di FM93.9 di Klang Valley, Johor (FM107.5), Kota Kinabalu (FM107.9) dan Kuching (FM100.9).

Ikuti kami di media sosial:
Facebook: @bernamaofficial, @bernamatv, @bernamaradio
Indonesia : @bernama.com, @BernamaTV, @bernamaradio
Instagram : @bernamaofficial, @bernamatvofficial, @bernamaradioofficial
TIK tok: @bernamaofficial

Posted By : data hk