Perodua tidak akan bisa mencapai target penjualan 214.000 unit untuk tahun 2021, masalah pasokan chip belum teratasi
Arena

Perodua tidak akan bisa mencapai target penjualan 214.000 unit untuk tahun 2021, masalah pasokan chip belum teratasi

Tadi malam sebuah Perodua Myvi facelift 2022 telah resmi diluncurkan. Meski secara tampilan luar masih hampir sama dengan model sebelumnya, namun versi terbaru dari Myvi ini menghadirkan perubahan drastis pada aspek mekanik dan elektronik, dan bukan tidak mungkin akan mendongkrak jumlah Perodua.

Bahkan, pada Oktober lalu, Perodua juga terlihat mencatatkan penjualan sebanyak 27.858 unit kendaraan, sehingga memecahkan rekor baru di Malaysia Book of Record. Lantas, apakah Perodua akan mencapai target penjualan tahunan 214.000 unit tahun ini?

Namun menurut presiden dan CEO Perodua Datuk Zainal Abidin Ahmad saat sesi preview untuk media sebelum peluncuran Myvi facelift, perusahaannya diperkirakan gagal mencapai target itu. Bahkan angka tersebut turun dari target awal 240.000 unit yang diumumkan sebelumnya.

Menurutnya, tantangan besar ini karena pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir, berdampak besar pada produksi kendaraan yang terkadang harus dihentikan untuk mencegah penyebaran virus. Selain Covid, masalah pasokan chip semikonduktor yang terpengaruh di seluruh dunia juga memperburuk situasi, tambahnya.

“Tantangan-tantangan ini mempengaruhi volume produksi kami, sementara kami belum dapat mengungkapkan jumlah dampak yang sebenarnya untuk saat ini, cukup untuk mengatakan bahwa Perodua tidak akan dapat mencapai target penjualan 214.000 kendaraan yang ditetapkan sebelumnya,” kata dia, cukup bagus jika total penjualannya bisa mencapai lebih dari 200.000 unit.

Kumulatif penjualan Perodua hingga Oktober lalu tercatat 146.951 unit, turun 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Untuk mencapai angka 200.000 unit, Perodua perlu mendaftarkan rata-rata 25.500 unit mobil per bulan untuk November dan Desember.

“Namun, permintaan kendaraan kami masih kuat dengan jumlah pesanan yang besar serta permintaan yang berkelanjutan yang diperkirakan akan terus berlanjut mengikuti pembebasan pajak penjualan yang berkelanjutan. Itu sebabnya kami berharap produksi dan penjualan keduanya pulih kuat tahun depan,” tambahnya.

September lalu, Perodua mengumumkan bahwa target penjualan tahunannya berkurang dari 240.000 unit yang ditetapkan pada awal tahun berkurang 10,8% menjadi hanya 214.000. Sebelumnya, Perodua optimistis dengan target 240 ribu unit pada awal Juni, sebelum dampak pembatasan pergerakan penuh yang membuat produksi dan penjualan mobil harus terhenti sekitar dua setengah bulan.

Model pengganti Shadow of the Perodua Alza oleh Theophilus Chin, berdasarkan Daihatsu Xenia dengan styling dari Myvi facelift

Target awal 240 ribu juga sebenarnya merupakan angka target yang tidak tercapai untuk tahun 2020, setelah Covid-19 memaksa perusahaan untuk menurunkan targetnya menjadi hanya 210 ribu unit. Namun, Perodua masih berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 220.163 unit sepanjang tahun 2020.

Perodua diatur untuk memusatkan perhatian mereka untuk 2022, tidak hanya dengan Myvi faceliftBahkan dengan hadirnya MPV baru yang akan menggantikan Perodua Alza (saat ini masih bernama D27A) yang diperkirakan akan diluncurkan awal tahun depan.

Namun, semua perencanaan ini masih harus bergantung pada situasi pasokan microchip, yang diperkirakan tidak akan surut dalam waktu dekat. “Kami terus berkomunikasi dan berdiskusi dengan pemasok kami dan mereka berkomitmen untuk memasok kebutuhan kami hingga akhir tahun. Tapi untuk kuartal pertama tahun depan, kami dalam keadaan ketidakpastian dan kami belum menerima komitmen apa pun dari mereka (pemasok chip),” kata Zainal menjelaskan bahwa produsen chip belum memberikan komitmen apa pun untuk pasokan selama lebih dari tiga bulan. karena situasi saat ini.


Posted By : togel hongkonģ malam ini