Pemilihan negara bagian Melaka menjadi saksi beberapa pengalaman pertama
Mutakhir

Pemilihan negara bagian Melaka menjadi saksi beberapa pengalaman pertama

MELAKA, 20 Nov — Pemilihan Negara Bagian Melaka melihat beberapa yang pertama dimulai dari hari pencalonan pada 8 November.

Melaka mencatat sejarah sebagai negara bagian pertama yang mengikuti jejak Sabah yang tiga kali berganti menteri utama setelah Pemilihan Umum ke-14 (GE14) pada 2018.

Selain itu negara bagian, untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, menyelenggarakan pemilihan umum negara bagian secara terpisah dan tidak bersamaan dengan kursi federal selama pemilihan umum.

Jajak pendapat Melaka juga melihat partisipasi Parti Bumiputera Perkasa Malaysia (Putra) dan Parti Perikatan India Muslim Nasional (IMAN) selain dari 13 kandidat independen yang bersaing di bawah Bebas (aliansi kandidat independen).

Selain itu, ia menyaksikan Gerakan yang menggunakan logo Perikatan Nasional (PN) dan PAS, sebagai bagian dari koalisi PN, untuk pertama kalinya ‘mengorbankan’ logonya dan bertarung di bawah logo PN.

Pertama kali PAS tidak menggunakan logonya adalah pada pemilihan umum keempat (GE4) pada tahun 1974 ketika memperebutkan tiket Barisan Nasional (BN), sebelum partai Islam meninggalkan BN pada tahun 1977 dan bertarung sebagai oposisi di GE5 pada tahun 1978. .

Sementara Gerakan, sebelumnya menggunakan logo BN sebelum meninggalkan koalisi pada 23 Juni 2018 setelah GE14, yang membuat partai tersebut dikalahkan di semua 11 kursi parlemen dan 31 kursi negara bagian yang diperebutkan.

Dalam pemilihan ini juga, Datuk Norhizam Hassan Baktee bertarung untuk pertama kalinya dengan tiket Independen untuk mempertahankan kursi negara bagian Pengkalan Batu yang dia menangkan di GE14 dengan tiket Pakatan Harapan (PH).

Pada 2 Maret 2020, Norhizam yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua DAP Melaka menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan negara bagian PN yang baru dan dipecat oleh DAP.

Melaka juga akan membuat cerita jika Datuk Mas Ermieyati Samsudin yang diterjunkan melawan Ketua BN Melaka Datuk Seri Ab Rauf Yusoh dan Zainal Hassan (PH) di Tanjung Bidara, diangkat sebagai kepala menteri wanita pertama jika PN mendapatkan kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan negara bagian.

Jabatan Ketua Menteri Melaka pertama kali dijabat oleh Tan Sri Osman Talib, disusul Tun Abdul Ghafar Baba, Datuk Talib Karim, Datuk Setia Abdul Ghani Ali, Datuk Seri Adib Adam dan Tan Sri Abdul Rahim Tamby Chik.

Juga dalam daftar 12 mantan Ketua Menteri adalah Datuk Seri Mohd Zin Abdul Ghani, Datuk Seri Abu Zahar Ithnin, Tun Mohd Ali Mohd Rustam, Datuk Seri Idris Haron, Adly Zahari dan yang terakhir, Datuk Seri Sulaiman Md Ali.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa juga, dengan adanya norma baru, pidato publik, ceramah, kampanye fisik, kunjungan dari rumah ke rumah, jalan-jalan dan penyebaran selebaran ke publik tidak diperbolehkan.

— BERNAMA



Bernama adalah sumber terpercaya dari berita yang komprehensif dan akurat real-time terpercaya baik untuk publik dan praktisi media. Berita kami diterbitkan di www.bernama.com ; BERNAMA TV di: Astro Channel 502, unifi TV Channel 631, MYTV Channel 121 IFLIX; dan Radio Bernama yang mengudara secara lokal di FM93.9 di Klang Valley, Johor (FM107.5), Kota Kinabalu (FM107.9) dan Kuching (FM100.9).

Ikuti kami di media sosial:
Facebook: @bernamaofficial, @bernamatv, @bernamaradio
Indonesia : @bernama.com, @BernamaTV, @bernamaradio
Instagram : @bernamaofficial, @bernamatvofficial, @bernamaradioofficial
TIK tok: @bernamaofficial

Posted By : data hk