Pemerintah telah menyiapkan dana pinjaman RM200 juta, ditambah RM62 juta dalam bentuk insentif padi
Utama

Pemerintah telah menyiapkan dana pinjaman RM200 juta, ditambah RM62 juta dalam bentuk insentif padi

KUALA LUMPUR: Pemerintah telah setuju untuk menyediakan dana RM200 juta sebagai pinjaman agro-pangan dengan tingkat bunga nol persen di samping moratorium pembayaran pinjaman enam bulan di bawah Dana Ekonomi Kelompok Pengusaha (TEKUN) dan Agrobank untuk kepentingan para petani sayur dan buah yang terkesan.

Perdana Menteri, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, pemerintah juga akan meningkatkan alokasi tambahan RM62 juta melalui Organisasi Petani Nasional (NAFAS) untuk subsidi dan insentif padi di bawah Anggaran 2022 dengan total RM1,5 miliar.

Ia mengatakan sekaligus mengarahkan Kementerian Pertanian dan Industri Pangan; Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen (KPDNHEP) merumuskan langkah-langkah mitigasi untuk mengatasi masalah kenaikan harga pupuk dan pestisida untuk tanaman sayuran, buah dan padi.

“Bantuan tersebut diberikan sebagai respon awal untuk membantu para petani yang terkena dampak masalah ini. Saya telah menghubungi Menteri Keuangan Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz untuk menginformasikan kepadanya bahwa subsidi yang kami berikan untuk harga pupuk dan pestisida masih belum mencukupi karena saya mengerti bahwa NAFAS akan menderita kerugian RM200 juta.

“Oleh karena itu, saya telah memberi tahu Tengku Datuk Seri Zafrul bahwa kami perlu membantu NAFAS. Ketika kita membantu NAFAS, maka kita langsung membantu petani, petani, dan peternak,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara Makan dan Opening Ceremony of the 47th NAFAS Annual General Meeting di Dewan Merdeka, World Trade Center (WTC) di sini.

Turut hadir Menteri Pertanian dan Industri Pangan, Datuk Seri Dr. Ronald Kiandee; Wakil Menteri 1, Datuk Seri Ahmad Hamzah dan Wakil Menteri 2, Dr. Nik Muhammad Zawawi Salleh dan Ketua Organisasi Tani Nasional (NAFAS), Datuk Zamri Yaakob.

Sementara itu, Ismail Sabri mengatakan, pemerintah akan terus memberikan subsidi dan insentif berdasarkan ‘input’ dan ‘output’ dimana kontrak penyediaan dan pengiriman input pertanian diberikan kepada NAFAS sebagai induk dari gerakan Organisasi Tani yang telah 920.000 anggota secara nasional.

Menurutnya, itu dilaksanakan di bawah Skema Pemupukan Padi Pemerintah Pusat (SBPKP) dan Skema Insentif Produksi Padi (SIPP) untuk periode 1 Juli 2021 hingga 31 Desember 2023 senilai RM1,82 miliar.


Posted By : togel hongkonģ hari ini 2021 hari ini keluar berapa angka keluaran terbaru