Melaka Polls: Metode Omnipresence meningkatkan tingkat kepatuhan SOP
Mutakhir

Melaka Polls: Metode Omnipresence meningkatkan tingkat kepatuhan SOP

MELAKA, 14 Nov — Metode ‘kemahahadiran’ berupa peningkatan kehadiran aparat penegak hukum di lokasi-lokasi terfokus merupakan langkah paling efektif untuk meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) selama periode pemilihan negara bagian Melaka.

Presiden Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Malaysia Datuk Dr Zainal Ariffin Omar mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Relawan untuk Keterlibatan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk COVID-19 (VCEE19), ditemukan bahwa masyarakat, termasuk pekerja dan pendukung partai politik, ditakuti. diawasi oleh pihak berwenang dan diberi surat panggilan karena melanggar SOP yang ditetapkan selama kampanye atau saat menghadiri program politik.

“Kelompok VCEE19 telah melakukan pengawasan SOP pemilu untuk menekan penyebaran COVID-19 sejak hari pencalonan dan kami menemukan bahwa kehadiran otoritas seperti polisi, Kementerian Kesehatan dan Dewan Keamanan Nasional (MKN) di lapangan berdampak pada kepatuhan SOP.

“Anggota masyarakat otomatis menjadi takut melanggar SOP karena takut dipanggil dan kita harus meningkatkan penggunaan metode ini sampai hari pemungutan suara,” katanya kepada Bernama saat ditemui di Dataran 1Malaysia di Jakarta, hari ini.

Turut hadir ketua Organisasi Kesehatan Masyarakat Malaysia Muhammad Syafeeq Mohammad Nuri dan wakil ketua Organisasi Kesehatan Masyarakat Malaysia Dr Siti Nurbaya Shahrir.

Zainal Ariffin mengatakan aparat penegak hukum di lapangan juga harus mengambil tindakan tegas dengan menutup tempat yang ditemukan melanggar SOP selama periode pemilihan negara bagian Melaka, selain mengeluarkan surat panggilan tanpa kompromi sebagai langkah pencegahan awal untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Ia juga menghimbau agar para pimpinan parpol yang terlibat dalam pemilu negara dapat menjadi panutan yang baik bagi para pendukungnya atau masyarakat akar rumput dengan mematuhi SOP yang telah ditetapkan.

“Ada dua faktor yang perlu kita lihat dalam penyelenggaraan pemilu negara, yaitu praktik demokrasi yang stabil dan kesehatan yang layak melalui kepatuhan SOP yang ketat. Kami berharap dalam menjalankan tugas demokrasi memilih pemimpin, kami juga menekankan aspek kesehatan masyarakat.

“Pilkada negara bagian Melaka dipandang sebagai ajang uji coba menjelang pemilu negara bagian Sarawak dan Pemilu ke-15 dalam waktu dekat dan kami tidak ingin apa yang terjadi di Sabah terulang kembali,” katanya.

Sementara itu, Zainal Ariffin mengimbau masyarakat, khususnya staf yang terlibat dalam Pilkada Melaka, untuk selalu menjaga kesehatannya dan melakukan pemeriksaan mandiri jika memiliki gejala, selain menjalani karantina mandiri.

VCEE19 adalah proyek bersama antara Asosiasi Dokter Kesehatan Masyarakat Malaysia dan Organisasi Kesehatan Masyarakat Malaysia yang juga merupakan mitra non-pemerintah dari Badan Manajemen Bencana Nasional (NADMA) dalam memerangi COVID-19.

Komisi Pemilihan telah menetapkan 20 November sebagai hari pemungutan suara untuk pemilihan negara bagian Melaka, dengan pemungutan suara awal pada 16 November menyusul pembubaran majelis negara bagian pada 4 Oktober setelah empat anggota majelis negara bagian menarik dukungan untuk Ketua Menteri.

— BERNAMA



Bernama adalah sumber terpercaya dari berita yang komprehensif dan akurat real-time terpercaya baik untuk publik dan praktisi media. Berita kami diterbitkan di www.bernama.com ; BERNAMA TV di: Astro Channel 502, unifi TV Channel 631, MYTV Channel 121 IFLIX; dan Radio Bernama yang mengudara secara lokal di FM93.9 di Klang Valley, Johor (FM107.5), Kota Kinabalu (FM107.9) dan Kuching (FM100.9).

Ikuti kami di media sosial:
Facebook: @bernamaofficial, @bernamatv, @bernamaradio
Indonesia : @bernama.com, @BernamaTV, @bernamaradio
Instagram : @bernamaofficial, @bernamatvofficial, @bernamaradioofficial
TIK tok: @bernamaofficial

Posted By : data hk