DNB Memamerkan Integrasi Multi Operator 5G;  Hanya Akan Memulai Pembicaraan Formal Dengan Telco Nanti
Bisnes

DNB Memamerkan Integrasi Multi Operator 5G; Hanya Akan Memulai Pembicaraan Formal Dengan Telco Nanti

Digital Nasional Berhad (DNB) kemarin mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mengintegrasikan infrastruktur jaringan 5G perusahaan dengan jaringan inti dari lima perusahaan telekomunikasi besar negara itu. Dilakukan melalui model berbagi infrastruktur yang dikenal sebagai multi-operator core network (MOCN), DNB mengatakan bahwa integrasi ini adalah yang pertama di dunia.

Meskipun ada cukup banyak integrasi 5G MOCN di seluruh dunia, mereka biasanya hanya melibatkan dua operator menurut David Hägerbro, Kepala Ericsson Malaysia, Sri Lanka & Bangladesh. Kembali pada bulan Juli, perusahaan Swedia telah ditugaskan untuk membantu DNB menyebarkan 5G di seluruh Malaysia hingga RM 11 miliar.

5G Malaysia DNB

CEO DNB, Ralph Marshall mengatakan bahwa jaringan 5G perusahaan saat ini dapat mendukung hingga enam jaringan sementara dimungkinkan untuk mendorong batas lebih jauh hingga 12 jaringan tahun depan. DNB tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai integrasi 5G MOCN-nya tetapi berdasarkan tweet Menteri Komunikasi dan Multimedia Annuar Musa, situs demo tampaknya terletak di Titiwangsa.

Menurut gambar yang di-tweet oleh menteri, situs 5G MOCN DNB mencakup Celcom, Digi, Maxis, TM, dan U Mobile. Lokasi tersebut juga rupanya mampu memberikan kecepatan download sedikit di atas 1Gbps.

(Gambar: Annuar Musa / Twitter.)

Sementara pengumuman kemarin dapat dianggap sebagai tonggak teknis positif untuk DNB, SPV Kemenkeu tampaknya menghadapi beberapa tantangan di sisi bisnis. Menurut sebuah laporan oleh Reuters, tidak ada perusahaan telekomunikasi besar yang benar-benar menandatangani kesepakatan komersial dengan DNB.

Ini adalah sesuatu yang telah dikonfirmasi oleh DNB sendiri meskipun perusahaan menunjukkan dalam sebuah pernyataan kepada Malay Mail bahwa mereka hanya dapat menyelesaikan kesepakatan komersial tersebut setelah Penawaran Akses Referensi (RAO) dipublikasikan ke publik. RAO yang mencakup hal-hal seperti harga akses dan persyaratan layanan diharapkan akan selesai pada akhir bulan ini.

Dalam pernyataan terpisah kepada The Edge Markets, CCO DNB Ahmad Taufek Omar mengatakan bahwa perusahaan akan mengamankan perjanjian komersial jangka panjang dengan perusahaan telekomunikasi pada awal tahun 2022. Meskipun demikian, DNB masih yakin akan mampu memberikan jaringan 5G langsung yang melibatkan 500 situs sebelum tahun berakhir.

Sumber industri anonim Reuters mengklaim bahwa perusahaan telekomunikasi akhirnya dapat membayar lebih dari yang seharusnya untuk penyebaran 5G jika mereka menyetujui rencana penetapan harga yang diusulkan DNB. Klaim ini umumnya telah ditepis oleh COO DNB Dushyan Vaithiyanathan yang mengatakan kepada kantor berita bahwa biaya penyebaran sekitar RM16,5 miliar sementara perusahaan telekomunikasi dapat menghadapi hingga RM 35 miliar jika mereka melakukannya sendiri.

(Sumber: Siaran Pers DNB, Reuters, Malay Mail, The Edge Markets.)


Posted By : togel hari ini hongkong