BERNAMA – Royalti minyak bumi di antara tiga permintaan Kelantan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah federal
Mutakhir

BERNAMA – Royalti minyak bumi di antara tiga permintaan Kelantan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah federal

TUMPAT, 27 November — Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob telah menyetujui permintaan pemerintah Kelantan untuk membahas tiga hal, yaitu tentang minyak, pembangunan negara dan pasokan air, kata Menteri di Departemen Perdana Menteri (Ekonomi) Datuk Seri Mustapa Mohamed.

Dia mengatakan masalah itu diputuskan setelah pertemuan antara perdana menteri dan Menteri Besar Datuk Ahmad Yakob, yang juga dihadiri oleh Sekretaris Negara Datuk Nazran Muhammad pekan lalu.

“Dalam pertemuan itu, Menteri Besar menyerahkan surat dan hal itu sedang dikoordinasikan dan dibahas di tingkat federal. Ada tiga isu yang diangkat dalam surat itu, yakni minyak, pembangunan, dan pasokan air negara.

“Perdana Menteri telah memerintahkan hal itu untuk segera dibahas dan sekarang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah federal,” katanya kepada wartawan setelah kunjungan kerja ke Kampung Kelong Hujung, di sini hari ini.

Mustapa mengatakan ini ketika ditanya pada pernyataan Menteri Keuangan Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz di Parlemen Kamis lalu bahwa Petronas tidak akan melakukan pembayaran royalti tunai ke negara bagian mana pun di semenanjung, termasuk Kelantan.

Tengku Zafrul mengatakan hal itu karena lokasi produksi minyak bumi beroperasi di luar perairan Kelantan.

Namun, Kelantan akan terus menerima “wang ehsan” (pembayaran niat baik) untuk minyak bumi yang diproduksi di dekat pantainya.

Sementara itu, Ahmad saat ditemui wartawan pada peluncuran Bulan Keluarga Malaysia tingkat negara bagian di Kompleks Kota Darulnaim, Kota Bharu, mengatakan pemerintah negara bagian akan meminta penjelasan tertulis dari Menteri Keuangan terkait hal tersebut.

Dia mengatakan tanggapan Tengku Zafrul tidak sejalan dengan pernyataan pemerintah federal sebelumnya tentang pembayaran royalti minyak bumi.

“Sebagai catatan, pemerintah federal, melalui Dewan Keuangan Nasional yang bertemu pada 7 Juni 2018, telah memutuskan untuk menghapus Program Wang Ehsan dan pembayaran tunai royalti minyak bumi untuk disalurkan langsung ke pemerintah negara bagian,” katanya.

— BERNAMA



Bernama adalah sumber terpercaya dari berita yang komprehensif dan akurat real-time terpercaya baik untuk publik dan praktisi media. Berita kami diterbitkan di www.bernama.com ; BERNAMA TV di: Astro Channel 502, unifi TV Channel 631, MYTV Channel 121 IFLIX; dan Radio Bernama yang mengudara secara lokal di FM93.9 di Lembah Klang, Johor (FM107.5), Kota Kinabalu (FM107.9) dan Kuching (FM100.9).

Ikuti kami di media sosial:
Facebook: @bernamaofficial, @bernamatv, @bernamaradio
Indonesia : @bernama.com, @BernamaTV, @bernamaradio
Instagram : @bernamaofficial, @bernamatvofficial, @bernamaradioofficial
TIK tok: @bernamaofficial

Posted By : data hk