BERNAMA – MA63 ditandatangani oleh para pemimpin Sarawak awal dengan harapan mencapai pertumbuhan yang setara dengan Peninsula
Mutakhir

BERNAMA – MA63 ditandatangani oleh para pemimpin Sarawak awal dengan harapan mencapai pertumbuhan yang setara dengan Peninsula

KUCHING, 23 Nov — Para pemimpin Sarawak awal yang menandatangani Perjanjian Malaysia 1963 (MA63) berharap bahwa keputusan mereka akan memungkinkan negara untuk mencapai pembangunan yang setara dengan Federasi Malaya saat itu.

Menurut Senator Rita Sarimah Patrick Insol, kesepakatan yang ditandatangani oleh lima pihak, yaitu pemerintah Inggris, Federasi Malaya, Sabah, Sarawak, dan Singapura saat itu, membawa harapan agar pembangunan di Negeri Rangkong bisa lebih cepat.

“MA63 itu sebenarnya syarat terbentuknya Malaysia, jadi bagi kita di Sarawak, kita ingin syarat itu dilaksanakan karena berdampak pada pembangunan di Sarawak,” ujarnya dalam acara Bernama TV “Janji Temu Bersama Ras ” yang dibawakan oleh Ketua Bernama Datuk Ras Adiba Radzi malam ini.

Rita mengatakan aspirasi tersebut tertuang dalam Cobbold Report yang diajukan sebelum MA63 ditandatangani untuk mendapatkan pandangan masyarakat Sarawak kemudian dalam menyatakan persetujuannya untuk melanjutkan usulan pembentukan Malaysia saat itu.

“Dalam hal hubungan Sarawak dengan Pemerintah Federal, apa yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Federal untuk membawa Sarawak ke tingkat negara maju. Selain itu, pemerintah Sarawak juga menggunakan sumber daya lain yang ada untuk mengembangkannya. negara,” katanya.

Rita mengatakan tindakan pemerintah Sarawak dalam 20 tahun terakhir telah membuktikan keberhasilannya untuk tidak terlalu bergantung pada sumber daya alamnya dengan meningkatkan kegiatan industrinya secara bertahap.

“Jika dulu kita hanya bergantung pada sumber daya alam, sekarang kita sudah memiliki industri dan banyak mengembangkan industri yang memiliki nilai tambah bagi pembangunan ekonomi Sarawak untuk melambung,” katanya.

Dia menambahkan bahwa konsensus yang telah dibuat antara pemerintah Sabah, Sarawak dan Federal melalui pembentukan Dewan Khusus Perjanjian Malaysia 1963 (MKMA63), yang diketuai oleh Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, memastikan kondisi di bawah MA63 bisa diimplementasikan.

Hal ini semakin diperkuat oleh pernyataan baru-baru ini yang dibuat oleh Menteri di Departemen Perdana Menteri (Parlemen dan Hukum) Datuk Seri Dr Wan Junaidi Tuanku Jaafar untuk mengajukan beberapa amandemen Konstitusi Federal di Parlemen pada akhir tahun ini.

“(Melalui amandemen ini) orang Malaysia akan tahu bahwa posisi Sabah dan Sarawak setara dengan Semenanjung Malaysia,” tambah Rita.

— BERNAMA



Bernama adalah sumber terpercaya dari berita yang komprehensif dan akurat real-time terpercaya baik untuk publik dan praktisi media. Berita kami diterbitkan di www.bernama.com ; BERNAMA TV di: Astro Channel 502, unifi TV Channel 631, MYTV Channel 121 IFLIX; dan Radio Bernama yang mengudara secara lokal di FM93.9 di Klang Valley, Johor (FM107.5), Kota Kinabalu (FM107.9) dan Kuching (FM100.9).

Ikuti kami di media sosial:
Facebook: @bernamaofficial, @bernamatv, @bernamaradio
Indonesia : @bernama.com, @BernamaTV, @bernamaradio
Instagram : @bernamaofficial, @bernamatvofficial, @bernamaradioofficial
TIK tok: @bernamaofficial

Posted By : data hk